Hanya Perasaan Seorang Menantu

Wanita mana sih yang kadang tak tahan serumah alias seatap dengan mertuanya??

68CE6E75-E012-4BB5-B8E1-FBF745DC231D

Mungkin hampir dari setengahnya seorang istri merasakan ketidaknyamanan saat tinggal seatap dengan mertuanya.

Ya meskipun mertuamu itu baik, tapi tetap hati seorang istri tak bisa di bohongi. Bener ga sih??

Tiap hari itu seakan sulit kadang, kadang ingin marah, kadang ingin menangis, kadang ingin teriak, kadang ingin berdiam diri saja. Tapi seakan susah, semuanya terhalang oleh ruang. Kadang rumah yang begitu luas pun begitu sempit. Susah untuk berekspresi, susah untuk bergerak, susah untuk bernafas.

Di tiap pagi, siang dan sore seperti begitu sesak, ingin sekali bernafas tapi ruang oksigen begitu sedikit 😂

Sesekali dimana bisa bernafas lega itu hanya di malam hari, ketika kita bisa terbaring di tempat tidur.

Ruang gerak dan ekspresi seatap dengan mertua itu seperti kita terperangkap dalam sebuah lubang yang tak bisa kemana-mana. Ingin sekali beranjak dari lubang tersebut pun kadang penuh dengan pertanyaan, halangan, dan aturan.

Menahan ketidaknyamanan dan rasa tidak betah untuk bertahan kadang terasa sulit. Seperti makan terlalu kenyang dan di paksakan, rasanya ingin sekali memuntahkannya. Yaa alhasil di telan kembali karena untuk menghargai dan menghormati.

Walaupun hidup dengan mertua , ya mungkin di depan kita baik-baik saja, tapi di belakang kita tak ada yang tahu.

Sedikit cerita aja.. Meski di bilang mertua itu baik sama kita, sama cucunya, tapi ada saja yang membuat jengkel dan kesal sendiri itu, kenapa setiap kali sudah makan, minum bekas beliau2 ataupun anak perempuannya itu selalu berantakan di meja makan begitu saja? Di tempat cucian piring banyak sekali cucian? Kadang membuat aku geram dan menggerutu sendiri hhee 😂

Yaa demi kebaikan dan tau diri juga bahwa sebagai menantu itu hanya numpang tinggal, alhasil siapa lagi yang bakalan beresin dan nyuciin semua cucian tersebut?? Kalo bukan “aku” 😅??

Kebayang dong kalo tiap hari dengan cucian piring yang begitu numpuk banyak?? Kadang terbesit dalam benak ” ini rumah makan?” Atau “yaa kali aku pembantunya yang tiap cucian numpuk harus nyuci”.

Perasaan aku makan aja ngga senumpuk itu, selesai makan ataupun masak suka di beresin lagi..

ahh sudahlah itu hanya sedikit cerita,

Dari hari ke hari tak tau kenapa semakin terasa ketidaknyamanan dan tak betah terbesit dalam hidupku.

Aku rasanya ingin sekali berlari dari kenyataan, tapi mana mungkin? Aku seorang istri yang harus patuh pada suaminya.

Hidup seatap dengan mertua itu kadang harus patuh dengan aturan mereka. Toh mereka tuan rumah istananya. kita tak bisa seenaknya bertindak. Harus menghargai mereka, meskipun dalam hati ingin ini itu.. tapi yaa pendam saja demi kebaikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s