Cerita lika liku hidup

Hidup memang selalu menang jika untuk orang-orang yang berada, segala hal apapun mudah, apa yang mereka inginkan, harapakan, mudah untuk di raihnya.

Sedangkan orang yang minim dengan ekonomi rasanya hal apapun terasa sulit, harus dengan kerja keras inginkan segala sesuatunya.

Terkadang aku … Ya aku sendiri merasa benci dengan predikat “Bidan” yang aku sandang selama ini.

Memang sekolah bidan untuk mendapatkan gelar bidan itu lumayan mahal. Alhamdulillah saat itu aku masih bisa dibiayai oleh orang tuaku sekolah di kebidanan.

Tapi sesudah lulus, dan mendapat gelar Bidan tersebut, aku sudah bekerja magang kesana kemari, mencari ilmu, pengalaman supaya apa? Ya supaya mahir ilmu dan praktek kebidananku.

Bertahun-tahun aku geluti dunia kebidananku ini, awal tahun lulus mulai magang di Bidan Praktek Swasta selama setahun lebih, karena aku merasa jenuh dengan kerjaan masih begitu saja, aku iseng-iseng ikutan Pasanggiri Mojang Jajaka Kab. Sukabumi tahun 2014, Alhmdulillah hasilnya memuaskan, Allah memberikan kado terindah aku dapat juara 1 dan mewakili kabupaten ke tingkat Provinsi Jawa barat, selang selama berbulan-bulan vakum dari dunia kebidanan, aku pun mulai mencari pekerjaan lagi, mulai dari mengajar jadi guru madrasah dengan pendapatan rp.30.0000 selama sebulan ,syukur mungkin dengan mengajar jadi guru madrasah mendapatkan ilmu agama kembali dan pahala mengajar anak-anak. Lalu selang beberapa bulan mendapatkan panggilan di Rs . Medirossa 2 daerah Cikarang, disana aku jadi perawat beberapa minggu, karena alesan jauh dari rumah, akupun kabur dari Rumah sakit tersebut nekat jauh-jauh pulang dari Cikarang sendirian ke Sukabumi.

Karena jenuh 2 minggu aku nganggur , mager terus di rumah, aku menghubungi teman smpku yang bekerja di perusahaab PT. PAIHO INDONESIA dan menanyakan apakah ada kabar lowongan kerja disana, alhamdulillah aku pun selang 2 minggu dari sana mendapatkan pekerjaan kembali , walaupun harus banting stir dari jurusan kebidananku. Selama 3 bulan masa training aku jalani menjadi seorang Assistant Marketing, aku berusaha belajar menggeluti pekerjaan tersebut sampai bisa.

Aku terkadang berfikir, aku kuliah jurusan kebidanan , selama kuliah aku belajar menjadi tenaga medis, tapi aku bekerja di pekerjaan yang lain , aku kadang merasa iri dengan teman-teman bidanku yang sudah sukses dengan gelar mereka. Mereka menjadi Bidan di sebuah instansi pemerintah, sebut saja seperti puskesmas. Kadang aku berfikir kapan aku bisa bekerja disana seperti mereka???

Alhamdulillah berkat kenalan yang aku punya, seorang Kepala Bidang Pariwisata yang aku kenal selama di Mojang Jajaka beliau membantuku mewujudkan mimpiku tersebut dan menjadi bidan di sebuah instansi pemerintah yang bernama puskesmas, meskipun dengan status magang buat karyawan yang mempunyai SK dari pemerintah pemda,provinsi atau pusat.

Sudah 1 tahun setengah sampai saat ini aku masih bekerja di puskesmas, walaupun kadang merasa sedih, merasa jadi anak tiri karena hanya karyawan magang, rasa minder dalam diri mulai timbul dalam diri.

Kenapa? Harus jadi Bidan????

Aku kadang benci dengan bidanku ini? Kenapa? Bukan karena masalah status kerjaku seorang bidan magang, tapi karena mendapatkan bidan itu harus Bayar demi mendapatkan sebuah SK dari pemda setempat dan Dinas Kesehatan setempat.

Kenapa uang , uang dan uang?

Katanya pemerintah melarang PUNGLI. TAPI kenapa masih saja ada sogokan seperti itu di tahun 2017 ini?

Prioritaskah?

Yaa aku merasa benci dengan bidanku ini. Bukan aku tidak nyaman dengan pekerjaanku, jurusanku. Tapi aku benci dengan Pemerintah yang mengiming -iming SK BIDAN untuk jadi THL (tenaga harian lepas ) atau BHL (bidan harian lepas) dengan sogokan uang dengan harga fantastis.

Kenapa harus ada pungutan seperti itu? Ingin pekerjaan demi mendapatkan uang, harus mengeluarkan uang dulu.

Yaaa bagi orang-orang berada seperti itu hal yang biasa , tapi bagaimana dengan nasib orang-orang yang tidak mampu? Apakah kepintaran, gelar selama kuliah, ingin pekerjaan saja harus di beli dengan uang?

Adilkah ini????

images.jpg

 

Iklan

2 pemikiran pada “Cerita lika liku hidup

  1. Bourbon

    Saya setuju kak, tulisan kakak benar adanya. Saya juga merasakan hal tersebut karna saya juga lulusan baru bidan dgn embel2 cumlaude. Sakit bgt kak kalau dilihat dari flashback nya kita berjuang tp hasilnya kurang memuaskan. Kita sama2 menguatkan ya kak, semoga ada jalan untuk kita

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s